Artikel

VERMICOMPOSTING EFB / TKKS DI PIPOC 2011-KLCC MALAYSIA

PIPOC 2011 - KLCC MALAYSIA adalah suatu acara "INTERNATIONAL PALM OIL CONGGRESSA''.

PIPOC 2011 diadakan oleh Pemerintah Malaysia sebagai negera pengahAsil sawit terbanyak di dunia, acara dilangsungkan dari tanggal 15-17 November 2011.

Kami dari BENGKELDEN AGROBISNIS datang kesana hanya sebagai pengunjung saja, karena kebetulan partner kami di Malaysia yang selama ini order cacing untuk mengomposan TKKS sawit ikut serta dalam acara tersebut. Beliau membuka satu stan untuk memamerkan pengomposan sawit yang mengghunakan cacing disana.

Namun sayang, beliau tidak mengekspost secara maksimal tentang pengomposan sawit oleh cacingnya, padahal saya dengar salah satu agenda seminar pada acara tersebut adalah tentang VERMICOMPOSTING, padahal kalau itu yang dipamerkan, pasti banyak yang datang dan order cacing sama kami... (hehehe... NGAREP.COM).

Bicara tentang VERMICOMPOSTING... KAMI AHLI VERMICOMPOSTING, karena kami sudah banyak melalukan VERMICOMPOSTING Pada berbagai limbah ternak dan perkebunan. VERMICOMPOSTING yang sudah kami lakukan diantaranya :

1. VERMICOMPOSTING LIMBAH TERNAK SAPI ( Dilakukan di Bandung)

2. VERMICOMPOSTING LIMBAH KELAPA / TAPAS/ KULIT KELAPA (Dilakukan di Bandung)

3. VERMICOMPOSTING LIMBAH AREN / EX GULA AREN ( Dilakukan di Bandung)

4. VERMICOMPOSTING EFB/ TKS/JANGJANGAN KOSONG (Dilakukan di Malaysia, tar lihat beberapa gambarnya ya.... )

 

Untuk VERMICOMPOSTING EFB/ VERMICOMPOSTING TKKS / ATAU VERMICOMPOSTING JANGJANGAN KOSONG, sebenarnya sudah lama kami buat, sayangnya belum dilakukan di Indonesia, kami membut VERMICOMPSTING EFB/TKKS di Malaysia sejak tahun 2006. Itulah sebabnya kami mengeksport cacing besar-besaran ke Malaysia, karena disana cacing digunakan untuk VERMICOMPOSTING EFB.

pasti banyak yang tanya..." KENAPA TIDAKMEMBUAT VERMICOMPOSTING SAWIT  DI INDONESIA?"

"KARENA DI INDONESIA TIDAK ADA YANG PERCAYA, KAMI BISA MEMBUAT ITU.... "

VERMICOMPOSTING EFB / SAWIT INI Pernah kami tawarkan keberapa pengusaha sawit, bahkan ke satu asosiasi sawit, namun mereka seperinya tidak yakin itu bisa dilakukan, kan efb / tkks itu sangat kerrraaaaas....

Sejak tahun 2006 kami bekerjasama dengan 14 perusahaan pengimpor cacing di Malaysia, dan kebanyakn dari mereka mengimpor cacing untuk pengomposan / vermicomposting efb. Satu Perusahaan sawit yang cukup besar di Malaysia bekerjasama dengan kami dan satu ilmuwan cacing dari Autralia, kami (orang Indoneisa, Malaysia dan Australia) bekerjasama untuk mencari solusi yang terbaik dalam PROSES VERMICOMPOSTING EFB/TKKS. Setelah sekitar 2 tahun akhirnya kami dapat satu kesimpulan cara terbaik dan tercepat untuk mengomposkan sawit itu harus bagaimana.(maaf tidak bisa diekspos disini ya... ). Yang pasti dengan cara VERMICOMPOSTING , pengolahan limbah efb/tkks akan sangat menghemat 3 hal. yaitu:

1. Hemat Uang, karena tidak perlu membeli mesin pembalik yang harganya milyaran Rupiah, Dan tidak perlu membeli activator/ decomposert.

2. Hemat Tempat, karena 1 tumpukan / bedengan bisa berukuran TINGGI 2-3 M, LEBAR 3M DAN PANJANG TAK TERHINGGA.(bayangkan satu tumpukan bisa berisi 250 ton efb /tkks, dan bisa selesai atau dai vermicompost dalam waktu 2-3 bulan saja)

3. Hemat Waktu, karena bisa diatur mau seberapa cepat kita buat VERMICOMPOSTING EFB tersebut.

 

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VERMICOMPOSTING BAGI PERUSAHAAN SAWIT :

1. Dapat menanggulangi masalah  limbah sawit baik tkks, lumpur pome, pome maupun dicanter solid / dicanter cake nya.

2. Dapat menghemat uang, tempat dan waktu untuk menangani limbah pabrik sawit.

3. Menjadikan limbah menjadi berkah, karena jadi mempunyai kompos yang berlimpah yang bisa digunakan untuk kebun sawit kembali, atau bahkan untuk dijual ke perkebunan lain, seperti perkebunan teh, karet dan lain-lain.

 

UNTUK INFORMASI LEBIHLANJUT... HUBUNGI KAMI DI +6278 210 650 97 ATAU +62878 2191 8877.

KAMI DARI BENGKELDEN dan PARTNER KAMI DI MALASYISA PADA PAMERAN PIPOC 2011

(DEDEN SABARUDIN, IMAM RACKMAWAN, KESTER CHIN, WIWIN HAMIDAH , JACKSON)

 

 

IMAM RACKMAWAN, WIWIN HAMIDAH DAN SHERLY DI PAMERAN PIPOC 2011 KLCC - MALAYSIA.

 

VERMICOMPOSTING EFB / VERMICOMPOSTING TKKS OLEH BENGKELDEN AGROBISNIS.

 

CACING UNTUK VERMICOMPOSTING EFB YANG SUDAH DIBERSIHKAN DARI MEDIA TERNAK

 

 

KESIBUKAN PACKING CACING DI GUDANG BENGKELDEN AGROBISNIS

 

 

PACKING CACING DI BENGKELDEN AGROBISNIS UNTUK DI EKSPORT KE MALAYSIA

 

 

 

 

 

 

PEMANFAATAN CACING Lumbricus rubellus DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK Dl TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA)

Sampah adalah sisa atau limbah dan suatu kegiatan yang berwujud padat baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga dibuang ke lingkungan (Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2003). Segala macam makhluk/ organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan sampah atau bahan buangan, dan penghasil sampah terbesar di alam ini adalah manusia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik, kecuali sampah yang berasal dari aktifitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Jumlah sampah hasil  aktifitas manusia di Indonesia, terbesar dihasilkan oleh penduduk Jakarta diikuti oleh Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan kota lainnya. Sampah yangdihasilkan penduduk DK Jakarta sejumlah 26.75m 3 /hari (Dinas Kebersihan DKI, 1996). Sedangkan lahan untuk tempat pembuangan sampah sementara ( TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA) jumlahnya sangat kurang. Dalam skala lebih luas, sampah perkotaan di Indonesia tahun 1993 mencapai 4,5 juta ton per juta ton. Puluhan miliar dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi hanya untuk menangani sampah. Sebagai gambaran dapat dipaparkan bagaimana Pemerintah DKI Jakarta menghadapi permasalahan sampah dalam menyediakan dana operasi dan pemeliharaan prasarana persampahan. Dalam tahun Anggaran 96/97 Dinas Kebersihan mengalami defisit biaya operasional sebesar Rp.27,2 milyar. Hal ini dikarenakan untuk menangani sampah ± 800 ton/hari memerlukan investasi Rp. 60 milyar pertahun (Chalik, 2000). Biaya perawatan peralatan dan distribusi sampah pun sangatlah besar, sehingga memerlukan perhatian serius alternatif pengelolaan sampah yang murah dan ramah lingkungan, dengan melibatkan peranserta masyarakat. Pemanfaatan cacing sebagai organisme pengurai sampah organik merupakan terobosan baru untuk mendapatkan pupuk organik yang aman lingkungan dan menghasilkan kandungan hara yang optimal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap pupuk organik yang diperoleh dengan cacing ini (disebut dengan kascing) diperoleh kandungan unsur hara seperti C, N, P, K, S, Ca, Mg, Fe, Mn, Al, Cu, Zn yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah (Palungkun, 1999). Proses pengelolaan sampah dengan menggunakan cacing mi memberikan manfaat ganda, karena cacing yang menggunakan sampah sebagai konsumsinya dapat berkembangbiak dan dapat dipasarkan dengan nilai ekonomi yang tinggi karena dapat memberikan kemanfaatan yang cukup besar untuk pengobatan dan kosmetik. Dengan cara-cara tersebut maka dapat pula diperoleh nilai ekonomi ganda dan pengelolaan sampah dengan menggunakan cacing tersebut, yang pertama dari hasil pupuk organik dan yang kedua dan hasil budidaya cacing. Dengan pertimbangan ini proses pengelolaan sampah dengan menggunakan cacing sebagai salah satu organisme pengurai sampah organik dapat dijadikan salah satu altematif untuk diterapkan di masyarakat.

Muhtadi*, Djumadi**, Muhammad Da’i*
*) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta
**) Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UMS

 
 

Budidaya Cacing Tanah untuk Pakan Lele

Para pelaku pembudidaya lele mencoba mencari pakan alternatif yang baik untuk ternak lele, dengan belajar cara budidaya cacing tanah. dimana hasil dari ternak cacing akan dijadikan pakan tambahan untuk merangsang pertumbuhan ikan lele.

Kandungan protein yang terdapat pada cacing tanah sangat cocok untuk merangsang pertumbuhan ternak ikan lele, sehingga APLESI sebagai wadah para pelaku pembudidaya lele menyarankan budidaya cacing tanah kepada seluruh anggotanya sebagai pakan tambahan lele.

foto bersama owner Raja Cacing dan APLESI DPD jabar

Mendiskusikan dan saling sheering untuk   permasalahan yang ada di antara pembudidaya lele...

 
 

Pelatihan ternak cacing di Kutai -Kertanegara

Perjalanan  kami dari Bandung ke Kecamatan Muara Wis, merupakan pengalaman yang paling berkesan, dari sekian banyak perjalanan yang kami lalui dalam rangka memberikan PELATIHAN BUDIDAYA CACING,  karna kami sama sekali tidak mengira kalau untuk sampai ke sana harus melalui sungai yang sangat besar, dan seremnya lagi, kami menaiki perahuboot nya jam 12 malam...

Mungkin, bagi orang sana biasa aja... tapi bagi kami cukup menegangkan, dan lebih kaget lagi, pada saat kami tahu kalau tidak jauh dari sungai yang kami lalui dulu ada buaya raksasa sepanjang 7 meter dan 6 meter, yang telah memakan orang, tapi sudah ditangkap penduduk dan  diawetkan di musium....  memang siiih itu beberapa tahun yang lalu... tapi kan bisa aja ada anak-anaknya yang masih berkeliaran....???

Kami diundang oleh Pak Camat Muara Wis, untuk memberikan PELATIHAN BUDIDAYA CACING, sebagai salah satu upaya memberi satu solusi bagi peternak ikan di Muara Wis,  agar tidak memakai ikan kecil untuk memberi pakan ikan peliharaan mereka. maksudnya... jangan ikan makan ikan terus... kan lama-lama ikan bisa habis..

Mayoritas penghasilan penduduk di sekitar sungai Mahakam, termasuk masyarakat Kecamatan Muara Wis adalah menangkap  ikan di sungai, biasanya nelayan disana pada saat ikan yang ditangkapnya masih kecil atau perlu dibesarkan dahulu sebelum dijual, mereka pelihara dulu dengan diberi pakan  ikan-ikan kecil yang lain yang tidak laku. Kebiasaan ini kalau dibiarkan lama kelamaan ikan-ikan kecil di sungai yang seharusnya tidak ditangkap jadi punah sebelum mencapai dewasa atau sempat berkembang biak untuk meneruskan kehidupan generasi selanjutnya.

Pemerintah setempat sudah berulangkali memberikan pengarahan untuk tidak menternak ikan dengan cara ikan makan ikan, namun nelayan masih saja terus melakukan kebiasaan tersebut dengan alasan belum ada solusi atau jalan lain selain diberi pakan ikan lagi. Pak Yamin sebagai Camat Muara Wis, mengundang kami BENGKELDEN AGROBISNIS untuk memberikan PELATIHAN BUDIDAYA CACING kepada sekitar 50 orang nelayan, sebagai upaya memberikan solusi yang tengah dialami nelayan, yaitu membrikan cacing sebagai pakan ternak ikan.

Pelatihan yang kami berikan meliputi :

1. Budidaya cacing tanah

2. Mengnal berbagai macam cacing untuk pakan ikan

3. Membuat pellet pakan ikan.

4. Praktek ternak cacing

5. Praktek membuat pellet pakan ikan.

Alhamdulillah, pelatihan berjalan dengan lancar dan seru, apa lagi pada sesi praktek, karena begitu selesai praktek, Pak Camat MuaRa Wis (Pak Yamin) langsung mengetes peserta dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar cacing, bahkan ada yang diminta untuk praktek lagi,  bagaimana cara membuat pellet ikan, ini kami lakukan untuk memastikan kalau peserta pelatihan paham betul yang kami sampaikan, dan mereka pun bisa berbagi ilmu dengan nelayan yang lain yang tidak bisa hadir. Dan sesi ini membuat peserta sangat semangat dan merasa dekat dengan Pak Camat... luar biasa.... Sukses buat Kecamanatan Muara Wis....

Pak Yamin, Camat Muara wis sedang pembuka cara Pelatihan Budidaya Cacing  bagi Masyarakat Muara Wis

 

Pak Deden Sabarudin : Narasumber dan owner Bengkelden Agrobisnis.

Peserta pelatihan Budidaya cacing lagi belajar konsentarsi sebelum belajar...

Pak Camat dan Ibu, mengantar kami pulang , naik perahu... (slameeeet...slameet....)

Peserta Pelatihan Budidaya Cacing di Kec. Muara Wis- Kutai Kertanegara.

 

 

 

 

 

 

 
 

BISNIS CACING YUUUU..... ???!!!!

BISNIS CACING, BISNIS PENIPUAN....???

AH...!!  LHO AJA KALLEEE GW MAH KAGAK!!!

Itu adalah jawaban yg sudah pasti saya katakan kalau ada yg tanya... apa betul bisnis cacing bisnis penipuan???

Konon kata orang, kenapa masih banyak orang yang berpikiran bahwa bisnis cacing adalah bisnis penipuan karena :

1. Mereka dulu tahun 1997 an sampai tahun 2000, pernaH ikut seRta ternak cacing dan tidak berhasil mencari market, karena mengharapkan orang lain (pengepul / penampung) yang memasarkan hasil ternaknnya.

2. Mereka yang berhasil ternak dan berhasil menjualnya juga tapi hanya dari tetangga ke tetangga, sehingga hanya sebentar.

3. Mereka yang berhasil ternak tapi belum tahu kalau cacing bisa juga dipakai untuk pakan ternak ikan dan unggas.

4. MEREKA YANG DULU PERNAH TERNAK CACING MASIH BELUM TAHU KALAU CACING BISA DI PAKAI SEBAGAI PAKAN TERNAK IKAN DAN UNGGAS

makanya mereka masih menganggap bahwa cacing bisnis penipuan...

Saat ini perkembangan bisnis ternak cacing sudah sangat pesat, saat ini sudah banyak yang bisa memproses cacing menjadi berbagai produk olahan seperti :

1. Pelet pakan ternak ikan, belut dan sidat

2. Pelet pakan unggas seperti ayam, dan bebek.

3. Obat panas  atau obat tyfus, (sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita dulu...)

4. Pupuk Organik Padat ( kascing)

5. Tepung cacing untuk bahan baku obat herbal.

6. Bahkan kami BENGKELDEN AGROBISNIS bisa menembus pasar eksport ke Malaysia sejak tahun 2006.(Bisa di cek ke : Dinas Peternakan dan Pertanian Bandung, dan  Dinas Karantina Bandara Soekarno Hatta).

7. Setiap hari sedikitnya 2 orang datang ke tempat kami untuk belajar tentang terbak cacing untuk kebutuhan sendiri, yaitu mereka gunakan untuk pakan ternak yang mereka usahakan.

 

Itulah, kenapa bagi saya bisnis cacing adalah bisnis yang menjanjikan... karena dengan bisnis cacing, saya bisa kenal banyak orang, bahkan bisa sampai jalan-jalan ke luar negeri... alhamdulillaaaah.... ( maaf... SOMBONG.COM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
  •  
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  •  

Page 1 of 3

Kontak Kami

Kantor:
Jalan Kota Mas I no. 18  Perumahan Kota Mas, Kota  Cimahi  Jawa Barat Indonesia

Telp 022 86601258      fax : 022 86601260    Hp : 0878 2191 8877

Email: info@bengkelden.com

 

Yahoo Messenger:

Produk Ungulan